RESUME TEORI EKONOMI MAKRO 4

NAMA     : DUTA ATMA JATI A.N

KELAS    : MANAJAMEN B1

NIM         : 222010200014

MAPEL   : EKONOMI MAKRO


PERBEDAAN TEORI EKONOMI KLASIK DAN KEYNES

Ø  PENGERTIAN TEORI EKONOMI KLASIK

Teori ekonomi klasik adalah Teori yang memandang bahwa suatu perekonomian yang diatur oleh mekanisme pasar tingkat penggunaan tenaga kerja penuh akan selalu tercapai. Prinsip utama dalam mazhab klasik adalah kepentingan pribadi dan semangat individualisme. Kepentingan pribadi merupakan kekuatan pendorong pertumbuhan ekonomi dan kekuatan untuk mengatur kesejahteraannya sendiri. Berdasarkan prinsip tersebut para penganut mazhab klasik percaya bahwa sistem ekonomi liberal atau sistem di mana setiap orang betul-betul bebas untuk melakukan kegiatan ekonomi apa saja bisa mencapai kesejahteraan masyarakat secara otomatis. 

Ø  PENGERTIAN TEORI EKONOMI KEYNES

Menurut Keynes, situasi makro suatu perekonomian ditentukan oleh apa yang terjadi dengan permintaan agregat masyarakat apabila permintaan agregat melebihi penawaran agregat (atau output yang dihasilkan) dalam periode tersebut, maka akan terjadi situasi Kekurangan Produksi.

Pada periode berikutnya output akan naik atau harga akan naik, atau keduanya terjadi bersama-sama. Aliran Keynesian untuk mengatasi masalah krisis ekonomi, pemerintah harus melakukan lebih banyak campur tangan secara aktif dalam mengendalikan perekonomian nasional. Kegiatan produksi dan pemilikan faktor-faktor produksi masih dapat dipercayakan kepada swasta, tetapi pemerintah wajib melakukan kebijakan-kebijakan untuk mempengaruhi perekonomian.

Ø  PASAR BARANG

a.       Menurut kaum klasik, di pasar barang tidak mungkin akan kekurangan produksi atau kelebihan produksi dalam jangka waktu lama, sehingga selalu terjadi pasar bersih (clearing market) atau pasar dalam kondisi keseimbangan atau ekuilibrium.

b.      Menurut Keynesian permintaan barang tidak selalu sama dengan penawaran karena tidak semua income dibelanjakan tetapi sebagian dari pendapatan tersebut akan disimpan dalam bentuk tabungan (saving).

Ø  PASAR TENAGA KERJA

a.       Kaum klasik menganggap bahwa di pasar tenaga kerja, seperti halnya di pasar barang, apabila harga tenaga kerja (upah) cukup fleksibel maka permintaan tenaga kerja selalu seimbang dengan penawaran tenaga.

b.      Berbeda dengan teori klasik yang menganggap permintaan dan penawaran terhadap tenaga kerja selalu seimbang (equilibrium) karena harga-harga fleksibel, maka menurut Keynes pasar tenaga kerja jauh dari seimbang, karena upah tidak pernah fleksibel, sehingga permitaan dan penawaran hampir tidak pernah seimbang sehingga pengangguran sering terjadi.

kaum klasik memiliki teori permintaan akan uang yang cukup terkenal, Yaitu Teori Kuantitas. Teori Kuantitas mengatakan bahwa masyarakat memerlukan uang tunai untuk keperluan transaksi tukar menukar (misal: jual beli barang dan jasa), bukan untuk tujuan lain.

·         Menurut Keynesian permintaan uang ditentukan oleh tiga faktor yaitu:

1.      Kebutuhan transaksi (transaction motive).

2.      Kebutuhan untuk berjaga-jaga (precautionary motive).

3.      Kebutuhan untuk berspekulasi (speculation motive) atau investasi.

Di Pasar Uang, terdapat teori kuantitas yang menyatakan bahwa permintaan akan uang adalah proporsional dengan nilai transaksi yang dilakukan masyarakat. Di Pasar ini ditentukan tingkat harga umum apabila jumlah uang yang beredar (penawaran akan uang) naik maka tingkat hargapun naik.

M      = MD = kP.Q

MS    = Penawaran Uang ( Kebijakan Moneter)

MD   = Permintaan Uang

K       = Konstanta

P       = Harga Turun

Q       = GDP

PERBEDAAN KLASIK DAN KEYNES

KLASIK

1. Menganggap nilai uang adalah stabil

2. Menolak anggapan bahwa fenomena - fenomena moneter sebagai variabel yang sanggup mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan

3. Adanya tambahan jumlah uang beredar tak akan mempengaruhi sektor riil (Classical Dichotomy).

4. Permintaan dan penawaran uang menentukan tingkat harga umum.

5. V dan T dianggap tetap dan hanya dipengaruhi faktor-faktor non moneter.

KEYNES

1.Menganggap nilai uang adalah tidak stabil

2. Fenomena-fenomena moneter merupakan variable-variable yang dapat mempengaruhi perekonomian secara keseluruhan.

3.Tambahan jumlah uang beredar akan mempengaruhi sektor riel.

4. Permintaan dan penawaran uang akan menentukan tingkat bunga.

5. V dan T dapat berubah-ubah sesuai dengan keadaan perekonomian yang terjadi.


PERBANDINGAN TEORI KLASIK DAN KEYNES

KLASIK

1. Pada Pasar Barang tidak mungkin ada kelebihan/kekurangan produksi Produksi total masyarakat = kebutuhan total masyarakat (full employment level of activity).

2. Landasan berpikirnya : Hukum Say : supply creates its owndemand harga umum fleksibel setiap proses produksi mempunyai dua akibat : 1. Menghasilkan output 2. Memberikan penghasilan semua penghasilannya dibelanjakan di pasar barang tidak perlu campur tangan pemerintah.

3 .Pada Pasar Uang menganut prinsip teori kuantitas uang: uang hanya untuk transaksi. Penawaran uang ditentukan oleh pemerintah Keseimbangan dalam pasar uang : MS = MD = Kpq

4. Di Pasar Tenaga Kerja tingkat upah fleksibel selalu full employment tidak perlu campur tangan pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

KEYNES

1. Pada Pasar Barang dapat terjadi kelebihan/kekurangan produksi tidak selalu mencapai full employment.

2. Landasan berpikirnya: Tidak menerima hukum Say  Harga umum rigid sama dengan pendapat klasik tidak semua penghasilan dibelanjakan, ada sebagian yang ditabung perlu campur tangan pemerintah.

3. Pada Pasar Uang terdapat tiga motif memegang uang: (1) untuk transaksi; (2) jaga-jaga; (3) spekulasi.  Penawaran uang ditentukan oleh pemerintah, Keseimbangannya : MS = MD = [kQ+θr] P

4. Di Pasar Tenaga Kerja tingkat upah rigid tidak selalu full employment perlu campur tangan pemerintah dalam mengatasi pengangguran.

PERSAMAAN EKONOMI KLASIK DAN KEYNES

1.    Sama Sama Memiliki Tujuan Untuk Mengembankan Sistem Ekonomi Agar Jauh Lebih Baik.

2.    Sama Sama Memiliki Rancangan Dengan Tujuan Untuk Memperoleh Pendapatan Yang Meningkat.

3.    Memecahkan Permasalahan Dalam Ilmu Ekonomi.

4.    Memiliki Persamaan Dalam Pengendalian Ekonomi.

5.    Memiliki Teori Teori Untuk Menangani Permasalahan Dalam Ilmu Ekonomi.

Memiliki Persamaan Dalam Hal Menajaga Keseimbangan Pasar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS 1