RESUME TEORI EKONOMI MAKRO 11
NAMA : DUTA ATMA JATI A.N
KELAS : MANAJAMEN B1
NIM : 222010200014
MAPEL : EKONOMI MAKRO
ANGKA PENGGANDA
(MULTIPLIER)
Ø MULTIPLIER
Multiplier adalah bilangan yang menjelaskan tambahan pendapatan nasional sebagai akibat adanya perubahan pada variabel-variabel tertentu (investasi, pengeluaran pemerintah) dalam perekonomian.
Angka pengganda juga dapat diartikan sebagai suatu perbandingan jumlah pertambahan atau pengurangan dalam pendapatan nasional dan jumlah pertambahan atau pengurangan agregat yang dapat mengakibatkan adanya perubahan terhadap pendapatan nasional itu sendiri.
Ø Tujuan
Angka Pengganda
Angka pengganda dilakukan karena beberapa tujuan ialah :
1. Mengidentifikasi
besarnya perubahan pendapatan yang disebabkan oleh variabel-variabel
pengeluaran (konsumsi dan investasi).
2. Mengetahui
apakah terjadi beberapa kesenjangan dalam suatu sistem perekonomian. Kesenjangan
tersebut dapat berupa inflasi dan deflasi.
3. Dapat
menjadi pedoman atau rujukan dalam pengambilan kebijakan ekonomi suatu negara.
Ø Bentuk - Bentuk Angka
Pengganda
1.
Output Multiplier.
2.
Income Multiplier.
3.
Employment Multiplier.
4.
Government Revenue Multiplier.
5.
Gross Value Added Multiplier.
PENJELASAN BENTUK - BENTUK ANGKA PENGGANDA
1. Output Multiplier
Output
multiplier adalah teknik analisis untuk mengukur jumlah output pendapatan
ekonomi sebagai bagian dari peningkatan pengeluaran.
2. Income Multiplier
Income
multiplier adalah teknik perhitungan yang digunakan untuk mengukur tambahan
pendapatan (upah dan gaji, sewa, bunga dan keuntungan) dari kegiatan ekonomi.
3. Employment Multiplier
Employment
multiplier adalah teknik perhitungan yang dapat digunakan untuk mengukur salah
satu dari total jumlah pendapatan pekerjaan pada sektor-sektor tertentu.
4. Government Revenue Multiplier
Government
Revenue Multiplier adalah bentuk perhitungan yang digunakan untuk mengukur pengaruh
dar pendapatan pemerintah dari berbagai sumber yang dihubungkan dengan
peningkatan pengeluaran suatu sektor.
5. Gross
Value Added Multiplier
Gross Value Added Multiplier adalah cara
perhitungan yang didasari oleh besaran balas jasa terhadap faktor produksi yang
tercipta karena adanya kegiatan produksi.
Ø
Perhitungan Multiplier Dengan
Pemisalan-Pemisalan
Penghitungan nilai multiplier yang akan diterangkan menggunakan pemisalan-pemisalan seperti berikut ini :
1. Fungsi konsumsi adalah C = a + bYd.
2. Dua bentuk sistem pajak akan digunakan. Dalam contoh yang pertama pajaknya
adalah pajak tetap, yaitu T = Tx0, sedangkan dalam contoh kedua pajaknya adalah
pajak proporsional, yaitu: T = tY.
3. Fungsi investasi awal adalah I dan fungsi pengeluaran pemerintah yang awal adalah G.
Ysekarang = Ysebelum + Tambahan Y (∆Y)
∆Y = K . ∆I
Dimana K adalah angka pengganda.
Ø Perhitungan Angka Pengganda dengan Pendekatan Tiga Sektor
Dalam perekonomian 3 sektor pelaku
kegiatan ekonomi bukan hanya rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen
saja, tetapi terdapat pelaku lainnya yaitu pemerintah.
Pengaruh pemerintah dalam
perekonomian 3 sektor yaitu pemerintah berpengaruh sebagai seorang produsen dan
konsumen.
Selain itu, pemerintah juga berpengaruh untuk menarik pajak dari setiap pajak yang berguna untuk menstabilkan ekonomi negara. Terdapat nilai multiplier dengan pendekatan 3 sektor, yaitu multiplier investasi, multiplier pengeluran pemerintah dan multiplier pajak.
Perhitungan Angka Pengganda Dengan Pendekatan Tiga Sektor
Ø Multiplier Investasi
Untuk menghitung nilai multiplier investasi, dimisalkan dengan bertambah dari I menjadi 𝐼1 dan besar pertambahannya adalah ∆𝐼. Terdapat 2 bentuk system pajak yang digunakan, yaitu :
1. Sistem Pajak Tetap, dalam perekonomian sistem pajak tetap berasal dari :
𝑌 = 𝐶 + 𝐼 + 𝐺
𝑌 = 𝘢 + 𝑏𝑌𝑑 + 𝐼 + 𝐺
𝑌 = 𝘢 + 𝑏 (𝑌 −𝑇𝑥) + 𝐼 + 𝐺
𝑌 = 𝘢 + 𝑏𝑌 − 𝑏𝑇𝑥 + 𝐼 + 𝐺
𝑌 − 𝑏𝑌 = 𝘢 − 𝑏𝑇𝑥 + 𝐼 + 𝐺
𝑌 =
(𝘢 − 𝑏𝑇𝑥 + 𝐼 + 𝐺 )
Keterangan:
Y = Pendapatan
Nasional
I = Investasi
G =
Government Expenditure (Pengeluaran
Pemerintah)
C (a+ bYd) = Fungsi
Konsumsi
Tx = Tax
(Pajak)
Karena terdapat penambahan investasi sebanyak ∆𝐼 (𝑑𝑎𝑟𝑖 𝐼 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑑𝑖 𝐼1), hal itu menyebabkan meningkatnya pendapatan nasional menjadi Y1’ dan nilainya dihtung dengan persamaan :
𝑌1
= 𝐶
+ 𝐼
+ ∆𝐼
+ 𝐺
𝑌1
= 𝘢
+ 𝑏𝑌𝑑
+ 𝐼
+ ∆𝐼
+ 𝐺
𝑌1
= 𝘢
+ 𝑏
(𝑌1
−𝑇𝑥)
+ 𝐼
+ ∆𝐼
+ 𝐺
𝑌1
= 𝘢
+ 𝑏𝑌1
− 𝑏𝑇𝑥
+ 𝐼
+ ∆𝐼
+ 𝐺
𝑌1
− 𝑏𝑌1
= 𝘢 − 𝑏𝑇𝑥
+ 𝐼
+ ∆𝐼
+ 𝐺
𝑌1
=
(𝘢
− 𝑏𝑇𝑥 + 𝐼
+ ∆𝐼 + 𝐺)
Keterangan:
Y1 =
Pendapatan Nasional Meningkat
I =
Investasi
G =
Government Expenditure (Pengeluaran Pemerintah)
C (a+ bYd) = Fungsi Konsumsi
Tx =
Tax (pajak)
∆𝐼 =
Delta Investasi
Dari kedua perhitungan tersebut membuat perubahan, yaitu :
𝑌 =
(𝘢 − 𝑏𝑇𝑥 + 𝐼 + 𝐺 )
Menjadi 𝑌1 =
(𝘢 − 𝑏𝑇𝑥 + 𝐼 + ∆𝐼 + 𝐺)
Sehingga
dinyatakan dalam persamaan berikut :
∆𝑌 = 𝑌1 − 𝑌 =
∆𝐼
2.
Sistem Pajak Proporsional
𝑌 =
(𝘢 + 𝐼 + 𝐺 ) Menjadi 𝑌1 =
(𝘢 + 𝐼 + ∆𝐼 + 𝐺)
Sehingga
kenaikan pendapatan nasional ∆𝑌 sebanyak :
∆𝑌 = 𝑌1 − 𝑌 =
∆𝐼
Ø Multiplier Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran pemerintah akan mengakibatkan pertambahan pengeluaran pemerintah yang akan menaikkan pendapatan nasional yang sama besarnya.
a. Sistem
Pajak Tetap, nilai
multiplier pengeluaran pemerintah adalah
dan kenaikan pendapatan nasional (∆𝑌)
dapat dihitung dalam persamaan berikut : ∆𝑌
=
∆G
sehingga
b. Sistem Pajak Proporsional, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah
dan kenaikan pendapatan nasional (∆𝑌)
dapat dihitung dalam persamaan berikut :
∆𝑌
=
∆G
Ø Multiplier Pajak
Apabila dimisalkan pajak mengalami kenaikan sebesar ∆𝑇 maka
pendapatan disposebel akan turun sebanyak ∆𝑌𝑑 = ∆𝑇. Seterusnya konsumsi (dan pengeluaran agregat) akan turun sebanyak : ∆𝑪 = ∆𝑨𝑬
= 𝑴𝑷𝑪×∆𝑻
1.
Sistem Pajak Tetap
Dalam perekonomian yang bersistem pajak tetap,
pendapatan nasional yang asal dapat dihitung dengan menggunakan formula berikut
: 𝒀
=
(𝙖 − 𝒃𝑻
+ 𝑰
+ 𝑮
)
Apabila pajak diturunkan sebanyak ∆𝑇 maka konsumsi dan perbelanjaan agregat akan bertambah
sebanyak : ∆𝑪 = ∆𝑨𝑬 = ∆𝒃𝑇
Dengan demikian
pendapatan nasional yang baru dapat dihitung dengan menggunakan persamaan :
𝒀𝟏
=
(𝙖 − 𝒃𝑻
+ 𝒃∆𝑻 + 𝑰 + 𝑮)
Apabila
pendapatan nasional yang baru (𝑌1) dikurangi dengan pendapatan nasional yang asal (𝑌), tambahan pendapatan nasional yang wujud (∆𝑌
= 𝑌1
−𝑌) adalah :
∆𝒀
=
(𝒃∆𝑻)
∆𝒀
=
(∆𝑻)
Sehingga pajak
tetap nilai multiplier perubahan pajak (𝑀𝑡), dituliskan dengan :
𝑴𝒕
=
= ![]()
2. Sistem pajak proporsional
Dimisalkan bahwa
dalam perekonomian pajak yang dipungut dikurangi sebanyak ∆𝑇. Maka fungsi konsumsi dan pengeluaran agregat akan
mengalami pertambahan sebanyak :
∆𝑪
= ∆𝑨𝑬
= 𝒃∆𝑻
Sebelum
dilakukan pengurangan pajak, pendapatan nasional dalam perekonomian tiga sektor
adalah (lihat uraian mengenai multiplier investasi) :
𝑌
=
(𝘢
+ 𝐼
+ 𝐺
)
Pengurangan pajak sebanyak ∆𝑇
menaikkan konsumsi sebanyak 𝑏∆𝑇
dan menyebabkan kenaikan pendapatan nasional menjadi 𝑌1
yang nilainya dapat dihitung dengan menggunakan formula berikut :
𝒀𝟏 =
(𝙖
+ 𝒃∆𝑻 + 𝑰
+ 𝑮)
Dengan demikian pertambahan dalam pendapatan nasional
(∆𝑌
= 𝑌1
− 𝑌) dapat ditentukan dengan
menggunakan formula :
∆𝒀 =
(𝒃∆𝑻) atau
∆𝒀
=
(∆𝑻)
Perhitungan Angka Pengganda dengan Pendekatan Empat Sektor
Dari persamaan tersebut, diperoleh masing-masing angka pengganda :
Dimana :
KI = Angka Pengganda Investasi
KG = Angka Pengganda Pengeluaran Pemerintah
KTx = Angka Pengganda Pajak
KTr = Angka Pengganda Transfer
(Subsidi)
Kx = Angka Pengganda Ekspor
KM = Angka Pengganda Impor
Dimana:
KI = Angka Pengganda Investasi
KG = Angka Pengganda Pengeluaran Pemerintah
KTx = Angka Pengganda Pajak
KTr = Angka Pengganda Transfer
(Subsidi)
Kx = Angka Pengganda Ekspor
KM = Angka Pengganda Impor





Komentar
Posting Komentar