RESUME TEORI EKONOMI MAKRO 12

 NAMA  : DUTA ATMA JATI A.N

KELAS  : MANAJAMEN B1

NIM       : 222010200014

MAPEL : EKONOMI MAKRO

PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi bisa diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.

Pembangunan Ekonomi adalah proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.

PENGERTIAN PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI MENURUT BEBERAPA TOKOH

Menurut Sadono Sukirno (1996: 33) pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda, yaitu pertumbuhan ekonomi ialah proses kenaikan output perkapita yang terus menerus dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan.

Sedangkan pembangunan ekonomi ialah usaha meningkatkan pendapatan perkapita dengan jalan mengolah kekuatan ekonomi potensial menjadi ekonomi riil melalui penanaman modal, penggunaan teknologi, penambahan pengetahuan, peningkatan ketrampilan, penambahan kemampuan berorganisasi dan manajemen. Pembangunan ekonomi didefinisikan dalam beberapa pengertian dengan menggunakan bahasa berbeda oleh para ahli, namun maksudnya tetap sama.

Perhitungan Pendapatan Perkapita Memiliki Dua Metode Yang Diterapkan Yakni :

1.      Perhitungan Perkapita Nominal  (PPK Nominal)

Perhitungan ini didasari oleh harga yang Sedang berlaku diperiode tertentu (PPK Nominal).Perhitungan ini bisa didapat setelah mengetahui jumlah Produk Nasional Bruto (PNB). Rumusnya :

Pendapatan perkapita = produk Nasional Bruto (PNB) : Total Jumlah Penduduk

2.      Perhitungan Perkapita Rill atau PDB Rill

Perhitungan ini berdasarkan harga tetap yang berlaku di periode tertentu. Hasilnya nanti disebut sebagai Produk Domestik  Bruto (PDB) Rill.Perhitungan PDB ini berbeda dengan PNB. Jika PNB akan ikut menghitung pendapatan dari produkdi yang dilakukan di luar negri,sedangkan PDB hanya berlaku secara nasional. Rumusnya :

PDB Rill = Produk Nasional Bruto (PNB) konstan : Total Jumlah Penduduk

PERBEDAAN PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI


Ø  Pertumbuhan Ekonomi

1.   Merupakan proses naiknya produk per kapita dalam jangka panjang.

2.   Tidak memperhatikan pemerataan pendapatan.

3.   Tidak memperhatikan pertambahan penduduk.

4.   Belum tentu mengindikasikan peningkatan taraf hidup masyarakat.

5.   Pertumbuhan ekonimi belum tentu disertai pembangunan ekonomi.

6.   Setiap input dapat menghasilkan output yang banyak.

 

Ø  Pembangunan Ekonomi

1.   Merupakan proses perubahan yang terus menerus menuju perbaiakan untuk meningkatkan produk per kapita.

2.     Memperhatikan pemerataan pendapatan termasuk pemerataan pembangunan dan hasil hasilnya.

3.     Memperhatikan pertambahan penduduk.

4.     Meningkatkan taraf hidup masyarakat.

5.     Pembangunan dan pertumbuhan ekonomi selalu berjalan beriringan.

6. Setiap input mampu menghasilkan output yang lebih banyak dan juga terjadi perubahan kelembagaaan dan pengetahuan teknik.

PERSAMAAN PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

 

1.      Kedua-duanya merupakan kecenderungan dibidang ekonomi.

2.      Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita.

3.      Keduanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat.

4.      Kedua-duanya berdampak kepada kesejahteraan rakyat.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUI PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Sumber Daya Alam (SDA)

Bagi pertumbuhan ekonomi ketersediaan sumber daya alam yang melimpah sangat baik dalam menunjang pembanggunan. Sumber daya alam mencakup kesuburan tanah,letak dan susunanya,kekayaan alam,mineral,iklim,sumber air,hingga ke sumber kelautan.

Sumber Daya Manusia (SDM)

Merupakan faktor penting dalam proses pembangunan dan pertubuhan ekonomi,karena cepat lambatnya proses pembanggunan tergantung kepada sejauh mana SDM selaku subjek pembanggunan memiliki potensi yang memadai untuk melaksanakan proses pertumbuhan ekonomi.

Akumulasi Modal

Akumulasi modal sebagai proses penanbahan stok modal fisik buatan manusia berupa peralatan,mesin dan bangunan. Modal sangat penting bagi perkembagan dan kelancaran pembanggunan ekonomi karena barang barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dapat mempengaruhi pertumbuhan dan pembanggunan ekonomi karena pergantian pola kerja yang semula menggunakan tenaga manusia digantikan dengan teknologi baru seperti mesin mesin  canggih yang berdampak pada aspek efisiensi,kualitas,dan kuantitas.

Tenaga Manajerial Dan Organisasi Produksi

Organisasi produksi merupakan salah satu bagian penting dalam proses pertumbuhan ekonomi karena berkaitan erat dengan penggunaan faktor produksi dalam berbagai kegiatan ekonomi. Organisasi produksi juga dilaksanakan dan diatur oleh tenaga manajerial dalam kegiatan sehari.

Faktor Politik dan Administrasi Pemerintah

Struktur politik dan administrasi yang lemah merupakan penghambat besar bagi pembanggunan ekonomi,karena politik yang tidak stabil serta pemerintahan yang lemah dan korupsi sangat menghambat kemajuan ekonomi.

TEORI – TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI

Ø  Teori Klasik

Klasik beranggapan bahwa suatu negara akan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi seiring bertambahnya populasi serta sumber daya yang semakin terbatas. Ahli yang merumuskan teori pertumbuhan ekonomi klasik adalah sebagai berikut:

Adam Smith

Filsuf dan ahli ekonomi ini merumuskan teorinya dalam buku berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations. Dalam buku tersebut, Adam Smith mengatakan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada peningkatan populasi yang berdampak pada bertambahnya output dan hasil.

David Ricardo

David Ricardo merumuskan teori ini dalam buku berjudul The Principles of Political and Taxation. Bertolak belakang dengan pendapat Adam Smith sebelumnya, menurutnya pertumbuhan penduduk yang besar dapatberdampak pada kelebihan tenaga kerja sehingga upah yang diberikan akan menurun.

Sementara upah tersebut nantinya digunakan untuk membiayai taraf hidup minimum pekerja sehingga kondisi ekonomi akan mengalami kemandegan atau stationary state.


Ø  Teori Neo – Klasik

Teori ini menjelaskan tentang faktor pertumbuhan ekonomi negara dapat stabil dengan tiga komponen penting yaitu tenaga kerja, modal dan teknologi. Adapun ahli ekonomi yang menopang teori pertumbuhan Neo-Klasik yaitu :

Harrod Domar

Menjelaskan bahwa perlu adanya pembentukan modal atau investasi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang teguh (steadygrowth).

Joseph Scumpeter

Menjelaskan bahwa ekonomi suatu negara dapat meningkat jika, pengusaha menciptakan inovasi dan membuat kombinasi baru terkait proses produksi hingga investasi bisnisnya.

Robert M. Solow

Menjelaskan bahwa teori ini lebih menekankan pada rangkaian kegiatan produksi yang dilakukan manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern dan hasil output. Menurutnnya pertumbuhan penduduk bisa berdampak positif dan negatif, maka kondisi tersebut harus dimanfaatkan sebagai sumber daya yang produktif.


Ø  Teori Histori

Teori pertumbuhan ekonomi historis fokus melihat proses perkembangan ekonomi dari tahap prasejarah hingga industri dan masyarakat dunia yang memiliki tingkat konsumsi yang tinggi. Setidaknya ada 2 ahli yang mendukung teori historis ini yaitu :

Friedrich List

Friedrich List menganggap pertumbuhan ekonomi suatu negara dilihat dari teknik produksi sebagai sumber utama. Adapun tahapannya terdiri dari masa berburu, beternak, bertani, kerajinan, serta industri perdagangan.

Bruno Hildebrand

Bruno Hildebrand meninjau perkembangan teknologi dapat dilihat dari cara pertukaran di tengah masyarakat misalnya pertukaran barang atau barter, pertukaran dengan uang, atau pertukaran dengan kredit.

Werner Sombart

Werner Sombart beranggapan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat meningkat karena dalam masyarakat terdiri dari susunan organisasi dan ideologi yang berbeda. Tahapannya terdiri dari perekonomian tertutup, kerajinan dan pertumbuhan, serta kapitalisme.

 

Ø  Teori Pertumbuhan Ekonomi Modern

Teori ini didukung oleh Walt Whitman Rostow dalam buku The Stages of Economic Growth yang menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi terbagi menjadi 5 tahap yaitu :


1. Masyarakat tradisional yaitu tahap dimana kegiatan produksi masih sederhana hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri.

2.   Pra lepas landas yaitu tahap dimana masyarakat berada dalam proses transisi dengan menerapkan ilmu modern untuk produksi di bidang pertanian maupun industri.

3.   Lepas landas yaitu tahap dimana masyarakat memperkuat dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara luas dengan melakukan investasi efektif dan tabungan produktif.

4.  Dorongan menuju kedewasaan yaitu tahap dimana perekonomian tumbuh secara teratur dan lapangan usaha terus bertambah beriringan dengan penerapan teknologi modern. Selain itu investasi dan tabungan efektif meningkat hingga 20 persen.

5.      Konsumsi Tinggi yaitu tahap dimana sektor industri merupakan sektor yang memimpin. Pendapatan riil per kapita terus meningkat sehingga sebagian masyarakat mengalami peningkatan konsumsi yang melampaui kebutuhan bahan dasar.

MASALAH PEMBANGUNAN DI NEGARA BERKEMBANG


1.      Tingginya tingkat pengangguran.

2.      Tingginya pertambahan penduduk.

3.      Tinggkat pendidikan yang rendah.

4.      Kemiskinan.

5.      Produktivitas yang rendah.

6.      Ketergantungan terhadap produksi pertanian dan ekspor barang primer.

7.      Inflasi.

8.      Ketergantungan yang besar dan rentanya hubungan internasional. 

KEBIJAKAN MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN EKONOMI


1.      Kebijakan diversifikasi kegiatan ekonomi.

2.      Mengembangkan infastruktur.

3.      Meningkatkan tabungan dan investasi.

4.      Meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.

5.      Mengembangkan institusi yang mendorong pembangunan.

6.      Merumuskan dan melaksanakan perencanaan ekonomi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS 1