RESUME MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS 5
NAMA : DUTA ATMA JATI AJI NUGROHO
KELAS : 7B1 MANAJEMEN
NIM : 222010200014
MATKUL : MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS
PENARGETAN PELANGGAN
Targeting customer → menentukan kelompok pelanggan utama yang jadi sasaran bisnis.
Contoh sederhananya : Uniqlo Indonesia menargetkan remaja dan profesional muda yang menyukai pakaian simpel dan nyaman, lalu menyesuaikan produk serta promosi dengan gaya hidup mereka.
Gathering information → mengumpulkan data tentang perilaku dan kebutuhan pelanggan.
Contoh sederhananya : ZARA memantau tren di media sosial dan data penjualan untuk tahu model pakaian yang sedang populer.
Artinya : perusahaan harus menganalisis keenam faktor ini secara terpadu. Peritel perlu
memahami demografi dan gaya hidup konsumennya, mengidentifikasi kebutuhan mereka,
mengantisipasi perilaku berbelanja mereka, dan merumuskan tindakan (strategi) yang tepat
sambil selalu mempertimbangkan dinamika faktor lingkungan di sekitar mereka.
Table (7-1), menampilkan data statistik penting tentang struktur populasi dan karakteristik sosial ekonomi, yang terbagi menjadi perbandingan antarnegara secara global.
(Table 7-2), rincian demografi Amerika Serikat berdasarkan wilayah geografis
FAKTOR-FAKTOR PSIKOLOGIS INI MEMBANTU DALAM MENGIDENTIFIKASI DAN MEMAHAMI GAYA HIDUP KONSUMEN
Diagram ini mengilustrasikan model pengaruh risiko yang dirasakan terhadap konsumen, yang terdiri dari tiga komponen utama diatas
JENIS-JENIS PERILAKU BELANJA KONSUMEN
- Belanja di Rumah (In-Home Shopping)
- Belanja Daring/Seluler (Online/Mobile Shopping)
- Belanja di luar kota asal, atau outshopping
SIKAP & PERILAKU BELANJA KONSUMEN
Sistem Informasi Ritel
Seorang peritel memulai dengan filosofi dan tujuan bisnisnya, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti pesaing dan kondisi ekonomi. filosofi dan tujuan memberikan pedoman yang mengarahkan perencanaan strategis. Beberapa aspek rencana bersifat rutin itu hanya memerlukan sedikit evaluasi ulang. Aspek lainnya bersifat nonrutin dan perlu dievaluasi setiap kali muncul. setelah strategi digariskan, data harus dikumpulkan, dianalisis, dan diintepretasikan. jika sudah ada data tersebut diambil dari berkas. ketika data diperoleh berkas diperbarui, semua ini terjadi dipusat kendaliui, keputusan dibuat.
Komentar
Posting Komentar