RESUME MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS 13

NAMA : DUTA ATMA JATI AJI NUGROHO

KELAS : 7B1 MANAJEMEN

NIM : 222010200014

MATKUL : MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS

KOMPETENSI DALAM MEMBANGUN BISNIS START UP

KETERAMPILAN DASAR MEMULAI BISNIS

  1. Akumulasi Modal Manusia: Keterampilan yang terbentuk dari integrasi pendidikan formal, pengalaman kerja, dan pengalaman hidup.
  2. Sinergi Tim: Tim kewirausahaan memberikan spektrum kemampuan dan pengetahuan yang lebih luas dibandingkan wirausahawan tunggal.
  3. Konteks Spesifik: Jenis keterampilan yang dibutuhkan bersifat dinamis; bervariasi tergantung pada sektor industri, ambisi pribadi, dan skala usaha.
  4. Elemen Kunci Pengenalan Peluang: Melibatkan kombinasi antara pengetahuan pasar, keinginan untuk mengeksekusi, dan kewaspadaan kewirausahaan (entrepreneurial alertness)

KERANGKA KERJA KOMPETENSI DIGITAL

KERANGKA KERJA ENTRECOMP

PENGEMBANGAN KETERAMPILAN KEWIRAUSAHAAN

PENDEKATAN YANG EFEKTIF UNTUK PENGEMBANGAN KETERAMPILAN

pengembangan keterampilan yang efektif berfokus pada  Metode  Pemecahan  Masalah.  Artinya,  siapa pun  bisa  mengembangkan  kompetensi  ini  jika mereka mampu menggabungkan pengetahuan pasar yang mereka miliki dengan imajinasi kreatif. Intinya, kita tidak harus selalu menciptakan sesuatu yang belum pernah ada di dunia. Pendekatan yang efektif seringkali sesederhana memperbaiki layanan yang sudah  ada  agar  lebih  relevan  dengan  kebutuhan pelanggan saat ini

PENGENALAN PELUANG
KEWIRAUSAHAAN YANG EFEKTIF
TERDAPAT 5 PRINSIP UTAMA DALAM EFEKTUASI:
  1. Bird in Hand (Mulai dengan apa yang ada).
  2. Affordable Loss (Kerugian yang terjangkau).
  3. Patchwork Quilt (Kerja sama strategis).
  4. Lemonade (Memanfaatkan kejutan).
  5. Pilot in the Plane (Kendali masa depan)
KETERAMPILAN DAN KOMPETENSI UMUM

Kemampuan kewirausahaan mungkin langka dan tak tertandingi. tetapi wirausahawan tidak dapat memperoleh keuntungan kecuali modal manusia manajerial tersedia untuk menyediakan fungsi dan  proses  khusus  yang dirancang untuk memanfaatkan peluang yang ada sebaik- baiknya. wirausahawan  baru membutuhkan beragam keterampilan untuk mendirikan dan menjalankan bisnis mereka. Dan meningkatkan keterampilan kewirausahaan Anda pasti akan meningkatkan  peluang  bisnis  baru  Anda  untuk bertahan melewati tahap-tahap awal yang krusial.


META-KOMPETENSI KEWIRAUSAHAAN

KEWIRAUSAHAAN BUDAYA
  1. Kewirausahaan  budaya  merujuk  pada  kemampuan  wirausahawan  untuk menciptakan, Kewirausahaan budaya merupakan pendekatan yang melihat bisnis sebagai proses sosial dan simbolik, bukan sekadar aktivitas ekonomi.
  2. Keberhasilan  usaha  tidak  hanya  ditentukan  oleh  modal  finansial  dan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan wirausahawan membangun makna dan identitas bisnis.
  3. Melalui  narasi  yang  tepat,  wirausahawan  dapat  menciptakan  legitimasi usaha di mata lingkungan.
PENTINGNYA KEWIRAUSAHAAN BUDAYA
  1. Wirausahawan sering menghadapi keterbatasan sumber daya, seperti modal, jaringan, dan informasi
  2. Dukungan pihak eksternal menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha
  3. Kewirausahaan budaya membantu membangun legitimasi bisnis di mata pemangku kepentingan
  4. Narasi yang kuat mampu mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan kepercayaan
  5. Keterbatasan sumber daya dapat diubah menjadi keunggulan melalui makna dan cerita bisnis
Melalui  kewirausahaan  budaya,  wirausahawan  tidak  hanya  mengandalkan sumber  daya  yang  dimiliki,  tetapi  juga  memanfaatkan  narasi  sebagai  alat strategis untuk meyakinkan investor, mitra, dan pelanggan agar memberikan dukungan terhadap usaha yang dijalankan.

KOMPONEN KEWIRAUSAHAAN BUDAYA

Retoris (Keterampilan Retorika)
Kemampuan wirausahawan menyusun dan menyampaikan cerita bisnis yang logis, meyakinkan, dan mudah dipahami oleh pemangku kepentingan.

Sosial (Kemampuan Beradaptasi)
Kemampuan menyesuaikan perilaku dan komunikasi dengan norma sosial serta konteks lingkungan yang berbeda agar bisnis dapat diterima.

Kesan Pengelolaan (Impression Management)
Upaya wirausahawan mengontrol citra diri dan bisnis melalui penampilan, simbol, dan cara berinteraksi untuk membangun kredibilitas.

Emosional (Kepekaan Emosional)
Kemampuan memahami dan merespons emos dir sendiri maupun orang lain dalam interaksi bisnis dan sosial.

Politik (Keterampilan Politik)
Kemampuan memengaruhi pihak lain, membangun aliansi, dan menavigasi kepentingan tanpa kekuasaan formal.

Sosial Persepsi
Kemampuan membaca situasi sosial, memahami ekspektasi audiens, serta menafsirkan respons lingkungan terhadap bisnis.

Kultural Kewirausahaan (Inti)
Kemampuan mengintegrasikan seluruh aspek budaya, sosial, dan simbolik untuk membangun legitimasi dan identitas usaha.

KOMPONEN KEWIRAUSAHAAN BUDAYA
JENIS JENIS DALAM KEWIRAUSAHAAN BUDAYA

  1. Narasi Identitas: Fokus pada jati diri wirausahawan, motivasi, dan visi. Contoh: "Saya seorang insinyur yang ingin menyelesaikan masalah sampah plastik melalui bisnis daur ulang."
  2. Narasi Peluang: Menjelaskan peluang pasar dan bagaimana bisnis akan memanfaatkannya. Contoh: "Permintaan terhadap produk organik meningkat 30% per tahun, dan kami siap memasok."
  3. Narasi Kegagalan: Mengubah kegagalan menjadi pembelajaran. Contoh: "Produk pertama kami gagal, tetapi dari sana kami belajar pentingnya riset pasar."
  4. Narasi Proyektif: Menggambarkan masa depan bisnis yang diinginkan. Contoh:  "Dalam  lima  tahun,  kami  akan  menjadi  pemimpin  pasar  di  Asia Tenggara."
  5. Narasi Perubahan Arah: Menjelaskan pivoting atau perubahan strategi. Contoh: "Awalnya kami fokus pada B2C, tetapi setelah melihat respons, kami beralih ke B2B."
TERIMA KASIH

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS 1