RESUME MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS 14
NAMA : DUTA ATMA JATI AJI NUGROHO
KELAS : 7B1 MANAJEMEN
NIM : 222010200014
MATKUL : MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS
Business models and the lern start up approach
Lean Startup adalah pendekatan dalam membangun bisnis startup yang menekankan pada eksperimen, pembelajaran cepat, dan pengambilan keputusan berbasis data. Pendekatan ini muncul karena banyak startup gagal bukan karena idenya buruk, tetapi karena produk yang dibuat tidak sesuai dengan kebutuhan pasar.
Learning objectives
Business model (model bisnis) adalah cara sebuah perusahaan menjalankan usahanya mulai dari menciptakan nilai, menyampaikan nilai kepada pelanggan, sampai menghasilkan keuntungan.
- Menciptakan Nilai
- Pelanggan
- Menyampaikan Nilai
- Mengambil Nilai
Konsep Lean Startup Approach (LSA)
Lean Startup menekankan bahwa sebuah ide bisnis harus diuji lebih dulu, bukan langsung dikembangkan besar-besaran. Startup belajar dari respon pelanggan nyata, bukan hanya asumsi.
Peran Design Thinking dalam Pengembangan Startup
Design thinking membantu startup memahami masalah konsumen secara mendalam sebelum menciptakan solusi. Pendekatan ini membuat startup lebih customer-oriented, bukan hanya fokus pada produk.
- Menjangkau pasar lebih luas
- Meningkatkan efisiensi operasional
- Mempercepat inovasi
- Model bisnis digunakan sebagai kerangka perencanaan
- Lean Startup dipakai untuk menguji ide
- Design thinking untuk menggali kebutuhan pelanggan
- Digitalisasi untuk mempercepat dan memperluas bisnis
- Lean Startup Approach (LSA) adalah metode membangun startup dengan cara belajar langsung dari pasar melalui eksperimen yang terus-menerus. Pendekatan ini menekankan bahwa sebuah startup tidak boleh hanya mengandalkan ide atau asumsi pendirinya, tetapi harus membuktikan apakah ide tersebut benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan.
- Dalam LSA, tujuan utama startup bukan langsung mencari keuntungan besar, melainkan menemukan product–market fit, yaitu kondisi di mana produk yang dibuat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pelanggan.
- Startup berada dalam kondisi ketidakpastian tinggi
- Kebutuhan pasar sering berubah
- Modal dan sumber daya terbatas
- Sudah bisa digunakan pelanggan
- Memiliki fitur inti
- Cukup untuk menguji ide bisnis
- Produk lengkap membutuhkan biaya dan waktu besar
- Belum tentu fitur yang dibuat benar-benar dibutuhkan pelanggan
- Risiko kegagalan menjadi lebih besar
- MVP: hanya fitur video pembelajaran + login
- Belum ada: fitur ranking, sertifikat, atau animasi kompleks
TERIMA KASIH
Komentar
Posting Komentar