RESUME MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS 15
NAMA : DUTA ATMA JATI AJI NUGROHO
KELAS : 7B1 MANAJEMEN
NIM : 222010200014
MATKUL : MANAJEMEN RITEL DAN START UP BISNIS
Menumbuhkan Bisnis Baru
Melalui perencanaan pertumbuhan bisnis yang baik, tim analis bisnis perusahaan dapat menciptakan keputusan dan strategi bisnis di masa mendatang (growth strategy), sehingga, nantinya perusahaan memiliki daya saing bisnis antar kompetitor dan posisi pasar yang terbaik. Sederhananya, pertumbuhan bisnis fokus pada peningkatan skala perencanaan penjualan dan operasi perusahaan yang terukur. Oleh karena itu, sebuah bisnis dikatakan mengalami pertumbuhan ketika :
- Menghasilkan lebih banyak produk akibat dari upaya meningkatkan kapasitas produksi sehingga mempengaruhi peningkatan penjualan produk atau layanan ke pelanggan.
- Membutuhkan lebih banyak karyawan di samping mampu mempertahankan sejumlah karyawan lama (employee retention) untuk mendukung layanan pelanggan hingga produksi barang atau layanan bisnis yang lebih optimal (supply chain management).
- Memperluas jangkauan (reach) jumlah atau basis pelanggan. Dengan begitu, perusahaan berkesempatan dapat meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih positif
- Meningkatnya pendapatan bisnis (revenue).
- Kenaikan harga saham dan posisi pasar sehingga mempengaruhi nilai perusahaan di mata pelanggan pasar.
Kelima faktor tersebut juga merupakan metrik business growth yang harus dijaga agar bisnis tumbuh mempengaruhi pasar (brand authority) dan menghasilkan keuntungan sebanyak – banyaknya. Misalnya, usaha kecil dapat berhasil memasuki pasar baru dengan modal (capital injection) dan sumber daya manusia yang lebih banyak serta juga dapat memberikan keunggulan kompetitif di antara para kompetitor bisnis agar sukses mencapai pangsa pasar yang luas.
Empat Jenis Kategori Pertumbuhan Bisnis
Organic Growth
Pertumbuhan bisnis organik atau organic growth adalah pertumbuhan bisnis paling sederhana yang mana memanfaatkan semua sumber daya atau aset dari dalam perusahaan (business assets).
Dengan menggunakan strategi bisnis ini, perusahaan akan memaksimalkan sumber daya internal tanpa campur tangan dari pihak luar perusahaan
Strategic Growth
Metode pertumbuhan strategis atau strategic growth adalah pilihan yang bagus setelah selesainya tahap pertumbuhan organik sebab tidak seperti pertumbuhan organik, pertumbuhan ini berfokus pada business growth berkelanjutan dalam jangka panjang (sustainable growth). Misalnya, peluncuran produk baru (product launch) hingga pembaruan strategi pemasaran yang menargetkan audiens pasar baru yang spesifik (niche marketing).
Internal Growth
Pertumbuhan internal dalam bisnis atau internal business growth adalah upaya perusahaan untuk tumbuh tanpa membutuhkan biaya modal (fixed cost) dari pihak eksternal.
Dengan kata lain, perusahaan akan memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia tanpa memerlukan investasi keuangan yang besar.
Partnership atau merger
Terakhir adalah jenis pertumbuhan bisnis dengan sistem partnership atau merger dan akuisisi yang juga dikenal dengan inorganic growth.
Business growth
melalui upaya kemitraan, merger, atau akuisisi umumnya dianggap sebagai jenis pertumbuhan paling berisiko tetapi juga cara yang memiliki potensi imbalan tertinggi.
Empat Macam Strategi Pertumbuhan Bisnis
Selain keempat jenis di sebelumnya, upaya pertumbuhan bisnis terbagi menjadi beberapa strategi yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan besar hingga UMKM.
Pembagian strategi yang paling terkenal dan banyak diimplementasikan oleh analis bisnis adalah konsep Igor Ansoff sebagai berikut :
- Product Development
- Market Development
- Diversification
- Market Penetration
Cara Menumbuhkan Bisnis
Ada dua opsi untuk menumbuhkan bisnis, yaitu :
1. Pertumbuhan internal – mengandalkan sumber daya dan kemampuan internal.
2. Pertumbuhan eksternal – mengkombinasikan sumber daya kemampuan internal dan eksternal.
Pertumbuhan Internal
Istilah lain pertumbuhan internal adalah pertumbuhan organik. Perusahaan memperluas bisnis dari dalam, mengandalkan sumber daya dan kapabilitas internal sendiri. Menggunakan modal internal, perusahaan dapat menumbuhkan bisnis dengan :
- Menambah jumlah pekerja
- Meningkatkan kapasitas produksi
- Buka outlet atau kantor cabang baru.
- Meningkatkan jumlah barang yang terjual melalui iklan yang agresif Menawarkan varian baru dari produk yang sudah ada ke pasar saat ini Memperluas segmen pasar
- Ekspansi ke pasar baru, misalnya pasar internasional
Pertumbuhan Eksternal
Dalam pertumbuhan eksternal, perusahaan menggabungkan sumber daya dan kapabilitas, baik internal dan eksternal. Dengan kata lain, perusahaan melibatkan pihak luar (perusahaan lain) untuk tumbuh.
Beberapa opsi yang mungkin dipilih perusahaan
- Integrasi bisnis melibatkan dua pilihan : merger dan akuisisi. Merger adalah konsolidasi bisnis dua perusahaan menjadi satu entitas yang lebih besar. Sebelum merger, kedua perusahaan beroperasi secara independen. Setelah merger, hanya satu perusahaan yang bertahan, sedangkan yang lain tidak ada lagi.
- Sementara itu, akuisisi melibatkan pembelian perusahaan lain (target), namun masing – masing masih beroperasi secara independen. Setelah akuisisi, target menjadi anak perusahaan dari pengakuisisi.
- Dua jenis akuisisi adalah akuisisi ramah (friendly acquisition) dan akuisisi bermusuhan (hostile takeover). Akuisisi ramah terjadi ketika manajemen dan pemegang saham perusahaan target setuju untuk diakuisisi. Sementara itu, jika mereka tidak setuju, menyebutnya akuisisi yang bermusuhan. Tiga jenis integrasi bisnis adalah :
- Integrasi horizontal
- Integrasi vertikal
- Integrasi konglomerat
Integrasi horizontal
melibatkan dua perusahaan dalam satu lini bisnis. Dengan kata lain, sebelum integrasi, kedua perusahaan saling bersaing.
Sebagai contoh :
1. Heinz dan Kraft di bisnis makanan
2. Hotel Mariott International dan Starwood di industri perhotelan
3. The Walt Disney Company dan 21st Century Fox di industri hiburan
Integrasi vertikal
melibatkan dua perusahaan dalam tahap rantai produksi yang berbeda, tetapi dalam industri yang sama. Satu perusahaan mungkin adalah pemasok atau distributor perusahaan lain.
Misalnya, jika produsen mobil mengakuisisi perusahaan distributor, menyebutnya integrasi vertikal ke depan. Sedangkan, jika pembuat mobil mengambil alih pemasok (misalnya perusahaan baja), itu adalah integrasi vertikal mundur.
Integrasi Konglomerat
Menyebutnya sebagai strategi diversifikasi karena melibatkan dua perusahaan di industri yang berbeda. Misalnya antara produsen mobil dan podusen elektronik.
Kita menyebut perusahaan yang memiliki beragam bisnis sebagai konglomerat, yang menyatukan berbagai jenis bisnis dalam satu kontrol.
Aliansi strategis adalah perjanjian antara dua atau lebih perusahaan untuk berbagi sumber daya untuk melaksanakan proyek spesifik dan saling menguntungkan. Masing – masing pihak tetap independen satu sama lain.
Misalnya, pengecer pakaian bekerja dengan produsen pakaian tertentu untuk memastikan kualitas dan ukuran yang konsisten. Atau, perusahaan toko buku beraliansi dengan kedai kopi untuk menawarkan produk pelengkap.
Aliansi strategis berbeda dari usaha patungan. Yang terakhir adalah badan hukum terpisah, sedangkan aliansi strategis tidak.
Aliansi strategis relatif fleksibel daripada usaha patungan. Masing – masing pihak tidak perlu menggabungkan modal dan dapat tetap independen satu sama lain. Namun, perbedaan gaya berbisnis dapat menyebabkan konflik dan menyebabkan kegagalan aliansi.
REFRENSI
TERIMA KASIH
Komentar
Posting Komentar